Wednesday, January 1, 2014

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka



Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari bahasa yunani: idein(melihat), dalam bahasa inggris menjadi idea (gagasan, cita-cita, konsep), serta kata logia(ajaran). Jadi ideologi adalah ajaran atau ilmu mengenai gagasan dan buah pikiran (science des ideas).
Penemunya adalah
Destuct de Tracy(filsuf prancis) yang menerangkan bahwa  idiologi sebagai ilmu mengenai gagasan-gagasan yang menunjukkan jalan kebenaran menuju masa depan. Idiologi dapat diartikan sbgi falsafah hidup (jerman= Weltanschauung)

Beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian ideologi:

a)      Hegel, Dalam bukunya “An Introduction to Hegel, Freedom, Truth and Histoty” karangan Stephen Houlgate (2005), mensitir pendapat Hegel bahwa ideologi adalah produk kebudayaan dari suatu masyarakat. Dalam arti tertentu. ideologi merupakan manifestasi kenyataan sosial.
b)  Soerjanto Poespowardojo, Dalam bukunya yang berjudul “Filsafat ilmu Pengetahuan” (2000), disebutkan bahwa ideologi adalah konsep pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang atan masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.
c)      Dr. Alfian, Dalam bukunya yang berjudul “Pemikiran dan Perubahan Politik lndonesia” (1980), Dr. Alfian berpendapat bahwa ideologi adalah pandangan atau sistem bilateral yang menyeluruh dan mendalam mengenai cara yang sebaiknya yaitu secara moral dianggap benar dan adil serta mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
d)     Padmo Wijayono, Dalam bukunya yang berjudul “BUnga Rampai Sejarah – Sosial – Ekonomi” (2005), beliau berpendapat bahwa ideologi adalah kesatuan yang bulat dan utuh dari ide-ide dasar.
e)    M. Sastrapratedja, Dalain tulisannya yang berjudul “ide-Ide Menerobos” (2003), Sastrapratedja memaknai tentang ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi sistem yang teratur.

Fungsi Ideologi

a)      Struktur Kognitif
b)      Orientasi Pasar
c)      Memberikan Norma-Norma
d)     Memberikan bekal dan jalan
e)      Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong
f)       Pendidikan bagi masyarakat

Kekuatan Ideologi

Kekuatan ideologi tergantung kepada kualitas tiga dimensi yaitu:
a)      Dimensi Realita, Nilai-nilai dasar yang terkandung dalarn ideologi tersebut secara riil hidup di dalam dan bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsanya.
b)      Dimensi Idealisme, Nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberikan harapan masa depan yang lebih baik melalui pengalaman di dalam praktik kebidupan sehari-hari secara bersama-sama.
c)      Dimensi Fleksibllitas (Pengembangan), Ideologi tersebut mempunyai keluwesan yang merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan ideologi yang bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari jati diri yang tenkandung pada nilai-niai dasar tersebut

Jenis-Jenis Ideologi

a)      Liberalisme(kebebasan individual), Semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki seperti halnya yang dimiliki orang lain. Dengan demikian hak indifidual harus dilindungi dari campur tangan negara dan badan lain
b)      Marxisme(Komunisme), Mengutamakan kebersamaan manusia daripada kebebasan individu. Hak pribadi perseorangan tidak diakui. Prinsip utama dari komunisme yaitu materialisme yang menyangkal adanya jiwa rohani dan tuhan sehingga menindas kebebasan pribadi dan agama.
c)      Sosialisme, Berpandangan bahwa manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan melalui kerjasama.
d)     Nasionalisme, Ideologi yang mempunyai kekuatan pengaruh untuk mengerahkan. Pengatur ideologi ini mengatributkan negara pada suatu bentuk kultural yang khas.
e)      Fundamentalisme, Ideologi untuk menetapkan agama sebagai sistem politik dalam dunia modern.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

            Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau asas jadi pancasila dapat diartikan sebagai lima asas/dasar.
Pancasila memiliki sifat terbuka, fleksibel dan tidak kaku (luews) sehingga dapat diterapkan disetiap generasi. Pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut:
a)      Senantiasa mampu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa harus mengubah nilai dasarnya.
b)      Pancasila memiliki makna bahwa nilai dasar pancasila mampu dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman dan dinamika kehidupan bangsa indonesia secara kreatif dan dinamis.
c)      Pancasila mampu memberikan orientasi kedepan dengan menghendaki bangsa indonesia untuk menyadari situasi dan kondisi dalam menghadapi era globalisasi dan keterbukaan dunia dalam segala aspek kehidupan.
Gagasan mengenai pancasila sebagai ideologi terbuka mulai berkembang sejak tahun 1985. tetapi semangatnya sudah tumbuh sejak Pancasila itu sendiri ditetapkan sebagai dasar Negara. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga hal yang penting yaitu:
a)      Memiliki nilai dasar yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa Indonesia. seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan.  Atau nilai-nilainya  tidak dipaksakan dari luar atau bukan pmberian negara.
b)      Memiliki nilai instrumental untuk melaksanakan nilai dasar, seperti UUD 45, UU, Peraturan-peraturan, Ketetapan MPR, DPR, dll.
c)      Memiliki nilai praksis yang merupakan penjabaran nilai instrumental. Nilai Praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu bagaimana cara kita melaksanakan nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari, seperti toleransi, gotong-royong, musyawarah, dll.

Nilai-Nilai dalam Pancasila

Nilai adalah sesuatu yang berharga, indah, bermanfaat, serta menyadarkan manusia terhadap harkat dan martabat. Nilai bersumber dari kebudayaan yang memiliki fungsi untuk mendorong dan mengarahkan sikap serta perbuatan manusia.
           Sumber nilai kehidupan bangsa indonesia yaitu sila pertama yang juga menjiwai sila lainnya. Berikut adalah nilai-nilai dari pancasila:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
a)      Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b)      Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
c)      Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d)      Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
e)      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2.      Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
a)      Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
b)      Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
c)      Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
d)     Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
e)      Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
f)       Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
g)      Berani membela kebenaran dan keadilan.
3.      Persatuan Indonesia
a)      Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
b)      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
c)      Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
d)     Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
e)      Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
f)       Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4.      Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
a)      Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
b)      Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
c)      Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
d)     Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
e)      Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
f)       Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
g)      Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
h)      Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a)      Adanya kewajiban dan hak yang sama bagi semua rakyat indonesia.
b)      Menjunjung tinggi sifat dan suasana gotong royong dengan rasa kekeluargaan
c)      Menghormati hak orang lain.
d)     Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
e)      Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Pancasila sebagai Pradigma Pembangunan Nasional

Pradigma merupakan cara pandang, Nilai, Metode, dan prinsip dasar atau cara memecahkan suatu masalah yang dianut suatu masyarakat pada masa tertentu.
Pancasila sebagai pradigma bagi pembangunan nasional artinya Pancasila menjadi dasar bagi segala aspek pembangunan yang dijalankan oleh indonesia.
            Asas pembangunan nasional untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan nasional terdiri dari:
a)      Asas Demokrasi.
b)      Asas Perikemanusiaan dan Keseimbangan.
c)      Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan.
d)     Asas Adi dan Merata.
e)      Asas Manfaat.
f)       Asas Kepercayaan pada diri sendiri.
g)      Asas kesadaran hukum.

 Aspek yang dicakup pancasila sebagai pradigma pembangunan nasional terdiri dari:

1.      Bidang politik
Menurut sila ke IV kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, dengan demikian pancasila sebagai pradigma bidang politik adalah mengunakan sistem demokrasi dan tidak menggunakan sistem otoriter. Dimensi yang dicakup adalah:
      a)      Menggunakan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan.
      b)      Menjadikan pancasila sebagai asas dalam berorganisasi.
     c)      Berpartisipasi dalam kegiatan politik.
     d)     Ikut serta berperan dalam mewujudkan pemilu.

2.      Bidang Ekonomi
Ekonomi Indonesia berdasarkan pada kemanusiaan (sila II). Ekonomi sendiri tidak dapat dipisahkan dengan politik ekonomi. Politik ekonomi bersifat swasembada dan swadaya dengan tidak mengisolasi diri tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat. Kebijakan ekonomi yang baik dalam mengembangkan pembangunan Indonesia adalah ekonomi pancasila. Yang memiliki arti bahwa pihak swasta yang bisa mandiri dilindungi hak-haknya untuk mengembangkan usahanya, sedangkan untuk pihak-pihak yang masih belum bisa mengembangkan usahanya akan dibantu oleh pemerintah dalam mengembangkan usahanya.

3.      Bidang sosial budaya
Pembangunan dan pengembangan pada aspek sosial budaya didasarkan pada sila ke II, dalam hal ini berarti pengembangan sosial budaya disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Dengan demikian, budaya-budaya Indonesia dapat bertahan dan tidak punah karena telah sesuai dengan BHINEEKA TUNGGAL IKA. Disamping itu, untuk melindungi budaya-budaya yang beraneka ragam, pemerintah telah memberikan kebijakan-kebijakan tertentu. Hal tersebuta adalah untuk mengantisipasi agar budaya Indonesia tidak diklaim oleh negara lain.

4.      Bidang pertahanan dan keamanan.
Pertahanan dan keamanan negara berdasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Mahaesa (sila I dan II), kepentingan warga secara menyeluruh (sila III) dan persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan (sila IV). Pertahanan dan keamanan adalah syarat mutlak untuk menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar. Dengan adanya pertahanan dan keamanan, suatu negara akan mampu menghadapi bahaya-bahaya yang datang dan membangun sesuai dengan tujuan negara.
Dalam rangka ketahanan nasional, peluang dan tantangan bangsa Indonesia dalam era globalisasi dapat dikumpai dalam beberapa bidang yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

5.      Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi(IPTEK)
            Pancasila harus dijadikan sumber nilai  serta dasar moralitas dalam pengembangan iptek. Dimensi yang dicakup adalah
a)      Tidak hanya memikirkan apa yang diciptakan tapi harus mempertimbangkan maksud dan akibatnya bagi manusia.
b)      Harus bersifat beradap.
c)      Harus berlandaskan nilai-nilai demokrasi.
d)      Harus menjaga keseimbangan keadilan dan kehidupan manusia.
e)      Hendaknya dapat mengembangkan nasionalosme.

6.      Bidang Agama
Sesuai dengan sila I , maka kehidupan beragama harus dikembalikan kearah terwujudnya suatu kehidupan bersama yang saling menghormati, menghargai serta adanya toleransi yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradap serta persatuan indonesia. Dimensi yang dicakup adalah:
      a)      Menjaga kerukunan antar umat beragama.
      b)      Memberikan fasilitas bagi warganya untuk menjalankan ibadah.
      c)      Meningkatkan peran serta agama sebagai landasan moral bagi kehidupan bernegara.

7.      Bidang Pendidikan
Yaitu mengembangkan kesempatan memperoleh pendidikan secara merata tanpa membedakan setiap warga negara. Pengembangan pendidikan harus didasarkan pada moral ketuhanan serta kemanusiaan yang adil dan beradab agar diperoleh peningkatan harkat dan martabat bangsa. Dimensi yang dicakup adalah:
      a)      Berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
      b)      Mengembangkan kualitas sumberdaya manusia.
      c)      Tidak melakukan diskriminasi pada warga negara untuk memperoleh pendidikan.




No comments:

Post a Comment

Biasakan untuk meninggalkan komentar setelah membaca.
Komentar yang dibutuhkan adalah komentar yang bersifat membangun dan saran bukan komentar yang mengandung SPAM.
Terima kasih atas kunjungannya.

(PLEASE NO SPAM).